Tuesday, 29 September 2015
Saturday, 12 September 2015
Jatuh cinta itu racun.
Racun itu mulai merasuki dirimu.
Kamu mulai penasaran tentangnya.
Memikirkan segala cara tuk bisa mengenalnya.
Mencari tau hingga di setiap sosial media.
Sekedar ingin tahu siapa namanya, berapa ukuran baju, hingga ukuran sepatunya.
Racun itu mulai menyebar ke seluruh tubuhmu.
Dan perlahan menuju hati dan pikiranmu.
Hatimu mulai berdetak tak tentu saat dekat dengannya.
Pikiranmu mulai kacau saat kau jauh darinya.
Mereka sebut kamu gila.
Memang, itulah efek samping racun bernama cinta.
Racun itu kemudian semakin ganas.
Ia menyita waktumu.
Membuatmu selalu memikirkannya.
Tapi kamu sadar kamu bukan siapa-siapa baginya.
Racun itu membuat hatimu mulai bertanya-tanya.
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkanmu?"
Untuknya, kamu berusaha selalu ada, selalu sedia.
Dan racun itu mulai membunuhmu.
Kamu membuang segala hal deminya.
Keluarga, teman, waktu, bahkan agama.
Yang ada di pikiranmu sekarang hanya
"Dia sedang apa?" Atau "kenapa belum ada kabar darinya?"
Temannya adalah ancaman dimatamu.
Bukan bermaksud mengekang.
Hanya takut, teman itu juga akan dapat perasaan lebih.
Sama sepertimu dulu.
Badai, gempa, kalian lalui berdua.
Dari cobaan biasa seperti "bosan", hingga berujung masalah besar seperti "perselingkuhan".
Tapi kalian tetap bersama.
Entah karena cinta.
Atau merasa rugi membuang hubungan yang begitu lama.
Selalu menjadikan hal kecil jadi masalah.
Bukan karena tak lagi mencintai.
Hanya seperti ego telah hadir di tengah kalian berdua.
Cinta jadi alasan, bagi perkelahian, masalah, cemburu.
Cinta jadi alasan, mengekangnya dari pergaulan.
Cinta jadi alasan, menyita setiap waktunya hanya untukmu.
Racun itu semakin gila.
Dan berubah jadi hal jahat.
Prinsip kalian sudah terlalu berbeda.
Maka perpisahan, adalah satu-satunya jalan.
Dan, kalian berpisah.
Melupakan cinta yang dulu kalian bangga-banggakan.
Melupakan segala perjuangan yang telah kalian lakukan.
Terbebas dari ikatan dan kekangan.
Kini kamu bebas.
Tapi tanpa kamu sadari, racun itu malah makin merusak hidupmu.
Kamu mulai merasa hampa.
Kamu mulai merindukannya.
Kamu bahkan mulai gila.
Lebih gila dari sebelum kamu mengenalnya.
Kamu mulai jatuh cinta lagi.
Dan melupakan luka dari racun lama yang kamu dapat darinya.
Tapi,
Bukan.
Jatuh cinta lagi bukanlah obat penawar racun itu.
Kau hanya meracuni dirimu lagi.
Sehingga perih dari racun lamamu tertutup dengan racun baru itu.
Monday, 7 September 2015
Saat waktu itu tiba.
Bukan karena ia diabaikan, hanya seperti tersadar, bahwa ia tak dibutuhkan.
Bukan karena ia tak menyenanginya, hanya seperti dunia terlalu remeh untuk dihabiskan hanya dengan bercanda.
Bukan karena ingin dicari, hanya seperti dunia memang meyisakannya sendiri.
bukan hanya dia.
Aku pun, tak tau harus bagaimana.
Friday, 21 August 2015
Terkadang kita sebodoh itu
Berharap, pada hal yang takkan terjadi.
Memberi harap, pada sesuatu yang tak pasti
Mencoba setia, pada para pendusta.
Mencoba mengerti, pada yang tak pernah pahami.
Bersabar, pada ia yang selalu ingkar.
Menunggu, pada hal yang kan membuang waktu.
Tetap ikhlas, walau telah diperas.
Tetap menerima, walau sakit yang terasa.
Selalu perhatian, pada dia yang mengabaikan.
Berusaha, pada hal yang sia-sia.
Monday, 10 August 2015
Sakit
Mencoba berharap pada hati yang tak setia.
Mencoba percaya walau hanya mendapat dusta.
Mencoba terima walau tahu kan kecewa.
Mencoba mencinta walau sakit yang kuterima.
Untuk apa aku hidup kalau tanpa dirimu,
begitu pikirku.
Mengerikan, saat kuingat cinta yang kubangga menghancurkan harapanku.
Mengikis sisa-sisa semangat hidupku.
Tapi itulah takdir, harus kuterima walaupun berakhir pilu.
Mencoba menutup luka dengan cara mengagumi.
Mencoba menyembuhkan diri dengan jatuh hati.
Kecewa terhapus bahagia.
Benci terganti cinta.
Tak lagi ada duka.
Hariku hanya tentang suka.
Sakit yang lebih besar dari kecewa.
Perih yang lebih dalam dari hati yang terluka.
Bodoh, dulu aku kehilangan harapan hanya karna cinta berbalas kecewa.
Bodoh, dulu aku telah menyerah hanya karena sakit yang sangat tiada artinya.
Sakit ini telah memberiku arti.
Dan menyadarkan hati.
Thursday, 23 July 2015
Sendal goreng balado
Tapi tutorial cara makannya :| #heh #bukan
terus senyumin,
ajak makan,
suapin,
Pake sandal goreng balado.
Yang cabenya 4.
Boncengan.
Ngga pake helm.
#bhay
Yang ini ngga dianjurin sih. Tapi ya kalo ngeyelnya parah. Mungkin ada baiknya kalo kita lawan.
Ya asalkan niatnya emang buat nyadarin dia.
Jangan ngelawan cuman karna kalian gengsi ngga mau kalah :|
Jangan juga ngelawan gara-gara pengen balas dendam karna dia pernah makan jatah keripik obat nyamuk kalian.
Jangan.
Kadang tipe kaya gitu kalo kita lawan, dia bakal malah makin ngeyel.
Jadi saran gue, mending kalian ngomong baik-baik aja.
Tapi jangan terlalu baik ya, ntar ditolak pake alasan "Kamu terlalu baik buat aku".
Buktiin kalo kalian emang bener!
Caranya ya, kasih fakta-fakta, cari bukti yang bener, terus bikin pendapat yang telak. Biar dia ngga bisa ngelak lagi.
Tapi jangan sampai saksinya pada bilang "Sah" yaa.
Dia masih ngeyel? Ngga mau ngaku salah?
Udah diemin aja, nanti juga cape sendiri.
#krik
Mungkin saatnya buat kalian bikin Sendal goreng balado.
Jangan cuman dari sisi kalian.
Tapi kalo kita liat keseluruhan, nyatanya bumi itu bulat kan?
Terkadang, kita juga mesti dengerin kenyataannya.
Tuesday, 21 July 2015
PBB
Dari judul di atas, kalian pasti tau kali ini gue bakal bahas apaan kan?
Yup! Partai Bulan Bintang! #heh #bukan
Jadi gini, kan sekarang gue bakal ngelanjutin pendidikan ke Jenjang lebih tinggi. #ceilehbahasanya
Tepatnya di Universitas lambung mangkurat Banjarmasin.
So, otomatis gue bakal pindah rumah juga,
ke hatimu. #bye.
Nah, jadi singkatnya sih. Dulunya itu gue tinggal di Tabalong, sekitar 243 km dari Ibukota KalSel. Banjarmasin. Ya, sekitar 6 jam lah. Dan sekarang gue bakal langsung pindah ke pusat kotanya bro!
So, kebayang kan betapa bahagianya gue karna akhirnya bakal pindah rumah?
Dan,
Kebetulan banget, dari zaman minion masih suka kulit manggis, gue punya mimpi. Suatu saat, kalo gue udah hidup di kota. Gue bakal ikut semua komunitas.
Dari blogger, speedcuber, sampe parkour kalo ada.
Biar bisa jadi seseorang yang sukses, dan terkenal.
Dan kebetulan lagi, alhamdulilah, kuliah ini berarti gue bakal bisa pindah ke kota, dan ngejar cita-cita gue.
Dan lebih alhamdulilah lagi, ternyata ada juga komunitas yang mau dan ikhlas komunitas mereka dimasukin sama makhluk astral bin ajaib kaya gue ini.
Namanya Pena Blogger Banua
#yeeeay #uwooow \(´▽`)/
Singkat cerita.
seperti member baru pada umumnya, gue diospek.
Ospeknya super banget bro.
Dari disuruh makan sendok pake nasi, disuruh nonton barbie sambil ngemil kulit kuaci, sampe disuruh jadi tulang punggung 100 janda muda. #beratbro
Ngga kok. Masuk sana gue ngga di apa apain, paling banter ya, dimodusin sama dua orang cowo. #lebihngeri
Oke, setelah beberapa jam kenal mereka, dan mulai akrab, gue pun mulai blogwalking ke blog member-member PBB. Biar tau, kepribadian sama genre masing-masing.
Dan saat itu.
Gue baru sadar.
Ternyata selama ini gue ngga ada apa-apanya dibanding mereka.
Abis blogwalking di blog mereka. Gue liat apa itu blogger professional, apa itu artikel yang baik dan benar.
Beda banget sama gue.
Selama ini gue cuman nulis apa yang gue mau tulis.
Tapi gue ngga pernah sekalipun mikir buat posting hal yang lagi hot. Atau apa yang orang lain pengen tau. Orang lain pengen baca.
Itulah yang bikin blog gue susah berkembang.
Gue cuman mikirin apa yang bisa gue terima. Bukan apa yang bisa gue beri.
Makanya dari dulu gue cuman gini-gini doang.
Anjir, kenapa baru sadar sekarang ya?
Apa mungkin efek radiasi kulit kepala Haji lulung?
Atau, gara-gara virus guelaperia bangetia?
#auah
So, buat kalian yang selama ini baca blog gue, gue janji. Setelah gue selesai sama urusan UKT, daftar ulang, dsb.
Gue bakal mulai perbaikin ini blog. Dan mulai merhatiin kualitasnya.
DAAHHH~
Rekomendasi
-
Senin, 24-10-16, seperti biasa, gue yang kebetulan libur dan ngga ada kerjaan, diminta ngisi siaran dari jam 11 pagi sampe jam 1 siang. Gue...
-
Mungkin, bagi kalian yang udah ngikutin blog gue sejak zaman Rhoma Irama masih jadi Vokalis Kangen Band, judul ‘Tipe-tipe cewe yang dijauhin...
-
Yo! Sorry gaes, postingan ini (lagi-lagi) agak telat beberapa hari. Soalnya, ya dari tanggal 12 sampe 15 mei 2016 kemaren, gue harus pula...
-
Hampir setiap pembukaan dari beberapa post terakhir yang gue tulis selalu bermula dengan “Hai gaes, lama ngga nulis disini” . Yang berarti...
-
Status jomblo adalah hal yang selalu jadi bahan bully-an di manapun, kapanpun, dan oleh siapapun. Meskipun kita punya alasan yang berbeda-be...
-
Hai jomblo-jomblo Indonesiaa. Pa kabs? Masih Jomblo aja? Oke, maafkan ketidaksadardiri-an ini. Setelah kemaren gue udah berbagi tips giman...
-
Seperti yang udah kita tau, bumi yang kita tinggali ini udah kaya Orang yang ngeliat mantan jalan sama pacar barunya yang ternyata jauh leb...
-
Apa mimpi terbesar kalian? Sukses? Mapan? Punya istri cantik? Atau, sesederhana foto sama Isyana? Banyak orang yang bingung menentu...
-
Nama*: Nuka Hanif Naufal Username*: nukahanif Deskripsikan diri anda: Seorang #JomBlogger pemuja tagar #JombloSampaiHalal yang me...
-
Sekitar tiga bulan yang lalu, tepatnya di pertengahan bulan Mei. Gue mengikuti sebuah ajang pemilihan duta pariwisata. Yang kalo disini...






