Tuesday, 21 July 2015

PBB

PBB

Dari judul di atas, kalian pasti tau kali ini gue bakal bahas apaan kan?

Yup! Partai Bulan Bintang! #heh #bukan

Jadi gini, kan sekarang gue bakal ngelanjutin pendidikan ke Jenjang lebih tinggi. #ceilehbahasanya
Tepatnya di Universitas lambung mangkurat Banjarmasin.

So, otomatis gue bakal pindah rumah juga,
ke hatimu. #bye.

Nah, jadi singkatnya sih. Dulunya itu gue tinggal di Tabalong, sekitar 243 km dari Ibukota KalSel. Banjarmasin. Ya, sekitar 6 jam lah. Dan sekarang gue bakal langsung pindah ke pusat kotanya bro!

So, kebayang kan betapa bahagianya gue karna akhirnya  bakal pindah rumah?

Dan,
Kebetulan banget, dari zaman minion masih suka kulit manggis, gue punya mimpi. Suatu saat, kalo gue udah hidup di kota. Gue bakal ikut semua komunitas.
Dari blogger, speedcuber, sampe parkour kalo ada.
Biar bisa jadi seseorang yang sukses, dan terkenal.

Dan kebetulan lagi, alhamdulilah, kuliah ini berarti gue bakal bisa pindah ke kota, dan ngejar cita-cita gue.

Dan lebih alhamdulilah lagi, ternyata ada juga komunitas yang mau dan ikhlas komunitas mereka dimasukin sama makhluk astral bin ajaib kaya gue ini.

Namanya Pena Blogger Banua
#yeeeay #uwooow  \(´▽`)/

Singkat cerita.
seperti member baru pada umumnya, gue diospek.

Ospeknya super banget bro.
Dari disuruh makan sendok pake nasi, disuruh nonton barbie sambil ngemil kulit kuaci, sampe disuruh jadi tulang punggung 100 janda muda. #beratbro

Ngga kok. Masuk sana gue ngga di apa apain, paling banter ya, dimodusin sama dua orang cowo. #lebihngeri

Oke, setelah beberapa jam kenal mereka, dan mulai akrab, gue pun mulai blogwalking ke blog member-member PBB. Biar tau, kepribadian sama genre masing-masing.

Dan saat itu.

Gue baru sadar.

Ternyata selama ini gue ngga ada apa-apanya dibanding mereka.

Abis blogwalking di blog mereka. Gue liat apa itu blogger professional, apa itu artikel yang baik dan benar.

Beda banget sama gue.

Selama ini gue cuman nulis apa yang gue mau tulis.
Tapi gue ngga pernah sekalipun mikir buat posting hal yang lagi hot. Atau apa yang orang lain pengen tau. Orang lain pengen baca.

Itulah yang bikin blog gue susah berkembang.

Gue cuman mikirin apa yang bisa gue terima. Bukan apa yang bisa gue beri.

Makanya dari dulu gue cuman gini-gini doang.

Anjir, kenapa baru sadar sekarang ya?
Apa mungkin efek radiasi kulit kepala Haji lulung?
Atau, gara-gara virus guelaperia bangetia?

#auah

So, buat kalian yang selama ini baca blog gue, gue janji. Setelah gue selesai sama urusan UKT, daftar ulang, dsb.

Gue bakal mulai perbaikin ini blog. Dan mulai merhatiin kualitasnya.

DAAHHH~

Baca selengkapnya

Tuesday, 28 April 2015

Cinta.

Cinta.

Cinta.
Mungkin cinta adalah hal terdekat, sekaligus hal terjauh dari hidup kita.

Kita setiap hari bertemu cinta, merasakan cinta, melihat cinta, mendengar cinta, memberi cinta, menerima cinta.

Tapi pernahkah kita berpikir.
"Apa itu cinta?"
Kita bertemu dengannya setiap hari, tapi kita bahkan tidak tahu, apakah dia itu.

Cinta.
Sebagian besar, orang mengatakan cinta adalah perasaan yang menghubungkan dua insan.
Mungkin mereka benar, tapi bagaimana dengan para (maaf) jomblo?
Apa artinya mereka tidak punya cinta?
Berarti, apa yang dimaksud dengan cinta?

Yang lain mengatakan, cinta adalah kehidupan.
Ketika ada kehidupan, disitu pula ada cinta.
Mungkin mereka benar, akan tetapi, lantas tidak pernahkah engkau ditinggal seseorang ke alam sana?
Ketika ia tak lagi hidup, maka hilangkah cinta dari kalian?
Kurasa, bukan ini pula yang dimaksud dengan cinta.

Cinta adalah menerima segala kekurangan yang ada, itulah yang biasa para pecinta katakan.
Tapi bukankah manusia itu egois?
Aku yakin, sedikit banyak kalian pasti menuntut pasangan.
Baik sekedar memperbaiki penampilan, minta perhatian, dan sebagainya.
Bukannya itu berarti tidak menerima apa adanya?

Cinta adalah bertahan dalam suka dan duka. Itu yang para pasangan katakan.
Jikalau begitu, mereka yang terpisah karena keadaan, keluarga, serta agama.
Yang berarti mereka menyerah dari keadaan yang ada.
Apa berarti mereka tidak punya cinta?

Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Itu yang dikatakan wikipedia.
Jikalau cinta sekuat itu, kenapa masih banyak mereka yang sanggup menahannya sendirian?

Lantas, dari semua itu.
Tidakkah kalian menyadari arti sebenarnya dari cinta?

Iya, itu semua adalah cinta.

Tak harus bersama jika cinta.
Tapi jika cinta, pasti bersama.

Tak harus mengungkapkan jika cinta.
Tapi jika cinta, pasti akan terungkapkan.

Tak harus hidup untuk mencinta.
Tapi jika cinta, pasti hidup.

Tak harus menerima jika cinta.
Tapi jika cinta, pasti menerima.

Tak harus bertahan jika cinta.
Tapi jika cinta, pasti bertahan.

Cinta adalah perasaan tak tergambarkan.

Cinta
Adalah mengerti, tanpa rasa ingin dihargai.

Cinta
Adalah emosi kuat, meski tak harus bisa terikat.

Karena.

Cinta.
adalah ketika kita rela mengorbankan segala hal,
tanpa peduli apakah akan mendapat hal setimpal.

Baca selengkapnya

Tuesday, 7 April 2015

Cerita.

Sunyi.

Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan malam-malamku saat ini.

Saat ini. Saat ia sudah tak lagi ada disini.

Sepi.

Tak ada lagi canda tawa seperti biasanya. Tak ada lagi obrolan malam santai nan mesra. Tak ada lagi pesan-pesan singkat berisi kalimat cinta. 

Sendiri.

Yang tersisa hanya aku. Dan dering  telpon genggamku.

Salah.

Tunggu sebentar?
Dering telpon?
Mungkinkah ia?

Dengan rasa penasaran dan hati berharap, kubuka pesan tersebut.

"Sudah saatnya"

Hanya itu yang tertulis disana.
Aku tidak mengenal nomor si pengirim, pun maksud dibalik kalimat tersebut.

Rindu.

Mungkin itu yang menggerakkan jariku untuk terus menggeser kotak pesanku ke bawah, terus ke bawah, terus ke bawah.
Hingga aku menemukan obrolan dengan kontak bernama "Cinta".

Hati.

Pernah mendengar bunyi hati yang patah?
Kuharap belum, dan jangan pernah.
Tapi jika kau benar ingin tahu, mungkin bertemu denganku adalah cara terbaikmu.

Heran.

Melihat semua kenangan ini membuat aku berpikir. Bagaimana mungkin manusia bisa berubah secepat ini?

Ego.

Mungkin, itulah yang membuat kita seperti sekarang ini. Itulah yang memisahkan kita.
Itulah yang seharusnya disalahkan, bukan aku, bukan kamu, bukan kita.

Andai.

Kadang aku berpikir, andai kita tak mengenal ego. Mungkin kita masih bisa bersama. Mengobrol berdua hingga pagi tiba. Memberi peluk dan cium mesra pada yang terlelap pertama.

Lagi.

Dering telponku membuatku sadar dari lamunan.

Pesan itu kuterima lagi.
Dengan isi yang sama. Dengan pengirim yang sama.
Hanya,"Sudah saatnya".

Tanya.

Apakah pesan ini memang untukku?

Iya.

Entah iya atau bukan.

Tapi aku mengerti kalimat itu.

Memang, sudah saatnya.

Sudah saatnya. Aku pergi. Dari masa lalu. Menuju masa depan.

Sudah saatnya. Aku melangkah lagi. Menghapus kenangan. Menuju kebahagiaan.

N.b.:
Tulisan ini terinspirasi dari pesan salah sambung berisi kalimat "sudah saatnya", serta didukung oleh suasana H-5 UN yang sejuk. Di depan kelas penuh kenangan.

Baca selengkapnya

Saturday, 4 April 2015

Tipe-tipe orang yang menghadapi UN

Tipe-tipe orang yang menghadapi UN

Hae gaes.
Jadi gini, seperti yang kalian tau, sekarang kan gue udah kelas 12, dan sekitar satu minggu lagi gue bakal menghadapi yang namanya UN.
So, kalo kalian bernasib sama kaya gue. Kali ini gue bakal........
Nulis tentang tipe-tipe orang yang bakal menghadapi Ujian.
Iye, ngga ngebantu emang. Tapi ya udahlah :|
Cekidot~
1. The saatnya berubah guy
Orang tipe ini adalah tipe orang normal kebanyakan. Mereka bakal jadi alay kalo lagi zaman alay. Jadi alim kalo lagi bulan puasa. Jadi laper kalo belum makan. Dan jadi rajin kalo udah deket UN.
2. The "UN apaan tuh?" guys.
Orang tipe ini biasanya bakal tetep ngejalanin hidupnya secara normal. Jangankan ketemu UN. Dia ketemu begal mirip H. Lulung aja dia tetep kalem. Satu-satunya yang dia takutin adalah Tuhan. Iya, super sekali.
3. The saatnya berubah tapi tetep biasa guy.
Orang tipe ini adalah tipe yang paling kampret. Mereka bakal koar-koar "Gue bakal lebih rajin!" ke semua orang. Tapi nyatanya, dia tetep aja males kaya biasa. Iya, rajin mereka hanya sebatas wacana. Kampret memang.
4. The mau fokus UN dulu guy
Yang ini lebih kampret. Mereka ini adalah tipe yang memanfaatkan UN sebagai ajang penolakan atau pemutusan hubungan mereka.
Contoh:
"Sebaiknya kita temenan aja deh. Aku mau fokus UN"
Dalam hati:
"Sebenernya gue males sih serius buat UN. Tapi ya, mending gue fokus UN deh daripada harus nerima lo"
5. The "Saatnya kita gila-gilaan bentar lagi lulus" guys.
Mereka adalah tipe-tipe yang udah bosen 3 taun sekolah gitu-gitu mulu, so mereka pengen coba hal-hal baru mumpung bentar lagi lulus.
Ya kalo hal barunya positif. Ya bagus.
Tapi kalo hal negatif. Mending jangan deh bro. Nanggung.
Kan ngga enak kalo tinggal seminggu, terus kalian gagal lulus akibat kelakuan kalian sendiri?
#nukabijak #supersekali
6. The sok sadar guys.
Mereka adalah tipe yang kalo ketemu siapa aja, pasti ngomong "Ngga kerasa ya kita udah dewasa. Kita bentar lagi udah bakal kuliah aja"
7. The "Gimana ya hidup gue tanpa kalian semua" guys.
Ada temen yang udah deket UN, tiba-tiba sering nangis di pojokan.
Tiap ketemu cowo dia nangis, terus ngajak pelukan.
Kalo ketemu tipe kaya gini, tanggepin aja.
Tapi kalo minta peluknya lebih 7 kali dalam sejam. Waspada, kali aja dia homo.
8. The jual kunci jawaban UN guys.
Deket UN tiba-tiba ada yang deketin lo? Atau ada yang tiba-tiba sering duduk di lapangan sambil gelar karpet? Waspada! Bisa aja dia tipe MLM yang jual kunci jawaban UN!
9. The olshop jual kunci jawaban UN guys.
Mereka adalah versi kekiniannya tipe ke-8.
"Cek DP kita guys. Limited edition nihh"
10. The olshop spam komen ig jual kunci jawaban UN guys.
Yang lebih parah. Kalo mereka jualnya di ig. Di foto orang yang kenal pun ngga. Komen gini:
"Sist, cek ig kita ya. Ada kunci jawaban UN. Plus peninggi dan pelangsing loh. Buruannn."
11. The COC guys.
"Bu pengawas, bentar ya. Mau attack war duluu"
12. The biar UN tetep ngeblog guys.
.........
Ini gue.
Okeeeh. Segitu dulu aja post kali ini.
Maaf yaa gue jarang ngeblog sekarang, tapi gue janji, gue bakal lebih sering ngeblog kok kalo udah selesai UN.
Btw, kalian termasuk tipe yang mana?
Atau kalian masuk tipe yang lain?
Share di comment box yaaa.
CIAO~
Baca selengkapnya

Saturday, 14 February 2015

#PostPenting

#PostPenting

Hae gaes~

Sesuai judulnya, post ini adalah post penting.

#yaudahsih

Jadi gini, berhubung gue sekarang udah kelas 12.
Dan sekitar 2 bulan ke depan gue bakal berhadapan sama yang namanya UN.
So, gue pamit dulu sama segala hal yang menyangkut dunia maya, termasuk nulis, ya.

Jadi kalo ada yang kangen, atau ada perlu sama gue. Langsung datengin aja, ya.

Okedeh. Segitu aja. Sampai ketemu 2 bulan mendatang~

Baca selengkapnya

Thursday, 6 November 2014

Yang serius buat serius,serius ada ngga sih?

"Bu, ini uangnya yaa. Makasiih." ucap seorang cewe sambil tersenyum dan membawa pergi gorengannya.

Gue yang duduk deket bu kantin tadi cuman bisa bengong dan terpesona ngeliat kejadian tersebut.
Bukan, gue bukan terpesona ngeliat transaksi jual beli gorengan.
Entah kenapa, gue terpesona sama tuh cewe, yang terlihat maniis banget di mata gue.
Love, at, the, first, sight. I think.

Gue yang mendadak terserang kepo level mahabrata, tanpa basa-basi langsung aja nyamber tuh ibu kantin. 
"Bu, cewe tadi langganan ibu, ya? Manis tuh"

"Oooh Sasha? Iya. Dia temen anak ibu sejak kecil loh..... bla... bla... bla...bla..." sahut si ibu.
Gue yang masih terbengong-bengong mendadak ngga merhatiin apa yang ibu kantin bilang.
Yang gue inget.
Sasha.
Itulah nama cewe manis yang akhirnya menghantui hidup gue setelahnya.

                                  

Oke gaes. Gue balik lagi.
Maaf ya, lama ngga ngeblog, dan maaf juga ya, post FAN sama NaGa-nya ditunda lagi. Maaf banget, tapi gue janji bakal nyelesein itu secepatnya.
So, cekidot~

                                  

Kalian jomblo karatan?
Kalian pernah ngefans sama seseorang di sekolah?
Gue bisa nebak. Pasti kalian suka ngintipin kecengan kalian kapanpun, dimanapun, kan?
Yup. Karna itulah yang terjadi sama gue setelah mengenal Sasha.

Sejak ngefans sama Sasha. Gue mulai nyari segala info tentang dia.
Gue terus berusaha buat tau segala tentang dia.
Gue nyari kapanpun.
Gue cari kemanapun.
Gue cari dimanapun.
Tapi usaha gue sia-sia.
Gue kehilangan dia.

Gue ngga pernah tau nama panjangnya, kelasnya, atau akun sosmednya.
Bahkan, gue ngga pernah ketemu dia lagi sejak saat itu.
Gue frustasi.
Dan mulai berenti buat nyari dia.
Perlahan, entah kenapa gue mulai ngelupain dia, perhatian gue teralihkan oleh cewe-cewe lainnya.
Iya, gue nyerah sama Sasha.

                                  

Beberapa bulan berlalu.
Gue kembali ke kehidupan datar gue.
Cewe yang mengalihkan perhatian gue tadi? Iya, dia udah punya cowo.
So, gue mutusin buat balik jadi jomblo karatan lagi.
Gue balik jadi seorang pengagum rahasia.
Gue balik jadi pencinta dari balik layar.
Gue balik, menjadi seorang pecundang yang hanya bisa memendam perasaan.

Sampe kejadian itu terjadi.
Entah ini namanya keberuntungan atau apa.
Suatu siang, waktu turun dari mesjid dan mampir ke koperasi siswa.
Gue ngeliat dia di kelas depan koperasi.
Iya, gue nemu dia lagi!!
Dan, kali ini dia senyum ke gue!!
Gue mulai semangat lagi.
Gue mulai yakin lagi.
Gue mulai mendapatkan kepercayaan lagi.
Dan parahnya, yang bikin gue kaget, ternyata kelasnya seberangan sama kelas gue.
Gue ngerasa bego.

Banget.

                                  

Sejak kejadian tersebut, gue rutin mampir ke koperasi tiap abis sholat dzuhur buat mandangin dia dari kejauhan.
Iya, yang bisa gue lakuin cuman mandangin dia.

Gue masih terpaku sama mindset "Kalo pacaran kan bakal putus, otomatis gue bakal kehilangan dia. Mending jadi secret admirer".

Iyap. Gue terlalu takut buat ngedeketin dia.
Gue takut bakal kehilangan dia suatu saat nanti.
Maka disitulah gue. Memandang tawanya dari kejauhan.
Berharap bisa berada di posisi "yang bikin dia ketawa" atau "yang ketawa bareng dia".

Dan, ritual "ke koperasi buat mandangin dia" berlanjut selama beberapa waktu.

                                  

*teng nong*
- 1 notification.
- Sasha invite you. Accept?
*pingsan*
Yup. Hari itu gue percaya:
Gue bakalan berhenti jomblo!

Eh, bukan.
Hari itu gue percaya.
Ternyata ngga selamanya gue ngga beruntung.
Dan kebetulan itu, ternyata memang ada  :')
Dengan pikir panjang, gue langsung Ping!!! Dia.

(Bukan 'tanpa pikir panjang'. Tapi 'dengan pikir panjang'. Soalnya gue ragu juga awalnya deketin dia)

Ping!!! Gue pun berbales.
Gue mulai panik.
Gue bingung harus bales apa. Ya, kalian tau lah, jomblo karatan.

"Dapet pin gue darimana? Ada yang BC-in ya?"
*send*

Entah, gue juga ngga tau kenapa kalimat sebego itu keluar dari tangan gue.
*teng nong*

"Ngga ada yang BC-in kok, kak. Emang ngumpulin pin anak-anak SMA 1, ka"

Gue down.
Tapi gue ngga nyerah.
Dari situ gue mulai berusaha deketin dia.
Modus gitu-gituan lah.
Gue rutin chat dia.
Gue rutin komen foto sama status BBM dia.
Dan gue mulai ngaku gue ngefans sama dia.
Dan alhamdulilah. Respon dia positif.
Gue mulai optimis.

GUE BAKAL BERENTI JOMBLO UYEAH #okeabaikan

                                  

"Tau ngga? Baru seminggu yang lalu kaka ke kafe ini sama sahabat-sahabat kaka. Kita bertiga ngomong. 'Kapan ya bisa bawa cewe ke tempat gini?'. Dan ternyata, baru seminggu kaka udah bisa bawa cewe kesini. Cakep lagi. Ajaib ya."

"Ah kaka bisa aja deh. Masa? Padahal kan, pasti banyak yang mau kalo kaka ajak kesini"

"Iya ya? Ngga peduli ah. Kan udah ada kamuu. Bwee."

"Ah kaka bisa ajaa"

"Btw, hobi kamu apa?"

"Nge-Dance, kalo kaka?"

"Wait. Ngedens? Di WC? Bahahahaha. Kalo aku bikin video"

"Itu Ngeden ka. Ngga lucu. Bweee. Video apaan?"

"Biariiin. Nih coba tonton ini"

"Itu buat kamu loh"

"Serius?"

"Iya. Gimana?"

"Mau deh ka"

*Nuka changed his status*

*Sasha changed her status*

                                  

"Ah, paling 2 minggu putus" kata temen-temen gue pas pertama kali denger gue jadian sama Sasha.
"Gue pasang 1 bulan 1/2 deh, Nuk" samber Aldo.
"Gue kali ini baik deh sama lu, Nuk. Menurut gue yah 3 bulan lah lu baru putus"  Heri ngga mau kalah.

Gue sadar, gue emang bukan cowo keren yang jago muji dan gombalin cewe gue.
Gue pun bukan tipe cowo yang bisa main gitar dan nyanyi romantis buat cewe gue.
Dan gue pun bukan cowo kaya, yang beliin segala yang cewe gue mau dan nganter cewe gue kemana-mana pake mobil pribadi.

Gue cuman punya satu kemampuan.
Gue selalu usaha buat jadi cowo yang serius dalam hubungan.
Gue selalu usaha buat perhatian, setia, tulus, dan terbuka.

Soalnya gue percaya, apa yang kita beri. Itulah yang akan kita dapatkan.
Tapi, kenyataan tak selalu berjalan sesuai harapan.
Seumur hidup, gue selalu berada di hubungan yang berakhir patah hati.
Yang bikin gue selalu bertanya-tanya.
"Yang serius buat 'serius', serius ada ngga sih?"

Tapi, ngeliat Sasha, bikin gue ngelupain hal tersebut.
Gue percaya. Gue pasti berhasil kali ini.
Dan menjawab ocehan mereka tadi dengan pasti:
"Kalian boleh bilang apapun. Liat aja nanti. Gue bakal buktiin. Gue bisa pacaran lama!"

Setidaknya, itulah yang gue harapkan.

                                  

2 minggu berlalu.

Selayaknya pasangan pacaran lain, kita berdua semakin akrab dalam segala hal setiap harinya.
Gue yang 'ngga punya banyak waktu' karna 'dikekang di rumah', manfaatin segala cara biar bisa sama Sasha terus.
Dari antar sekolah, ketemu kapanpun di sekolah, nganter dia pulang sekolah, kita jalan sore, jogging, pokoknya kita selalu berusaha buat bersama kapanpun.

Ngga butuh waktu lama, setiap orang denger Sasha, pasti inget Nuka. Begitupun sebaliknya.
Dia pun ngaku, kalo sebenernya dia juga udah ngefans lamaa banget sama gue.
Iya. Sekarang gue percaya. "Jodoh dan kebetulan itu memang nyata."
Kita hidup bahagia.
Gue bahagia.
Sampai, minggu ketiga datang.


"Firasatku buruk, sesuatu bakal terjadi nih. Kira-kira apa ya, Sha?"

"Maaf Nuk. Aku boleh ngomong sesuatu ngga ke kamu?"

"Ah iya silahkan" jawab gue bingung.

"Jujur, aku sayang kamu.
Tapi aku juga belum bisa ngelupain mantan aku.
Jadi, daripada kamu sakit lebih dari ini.
Aku mau kita cukup sampai disini aja, ya.
Kalo kita jodoh, kita pasti bersatu lagi kok.
Maaf, dan Terima kasih atas segalanya."

Entah kenapa. Setelah semua percakapan yang kita lalui. Hanya kalimat itu yang gue rasa butuh waktu lama buat gue terjemahin.

Gue terdiam.

Dan dia perlahan berlalu pergi.
Mengingatkan gue dengan pertemuan pertama kami.
Hanya saja, kali ini ia tidak pergi membawa gorengan.
Ia pergi, membawa harapan yang telah gue tanam.
Ia pergi, meninggalkan gue disini, dengan pertanyaan yang masih terus gue cari jawabannya.

"Yang serius buat 'serius', serius ada ngga sih?"
Baca selengkapnya

Sunday, 12 October 2014

NaGa KalSel 2014 (Part 3)

Tau gimana ramenya gila-gilaan di Fit Club bareng temen-temen?

Tau gimana malunya kalo celana robek di tengah banyak orang?

Bisa bayangin kalo dua hal tersebut terjadi di satu momen?

Yup. Pagi kedua karantina, A'a lalui dengan usaha, gimana caranya nutupin robekan di celana, tapi tetep bisa ikutin gerakan olahraganya.

HHHHHHH :|

(Kalo kalian kaget baca bagian di atas, artinya Bang Haidir berhasil membantu A'a menyembunyikannya dengan baik. Makasih bang :')

------

Di Jadwal yang sah(?), sehabis 'Fit Club Paling Bermakna Seumur Hidup' itu, kita ada Talkshow lagi, sebelum akhirnya lanjut buat tes wawancara.

Yaudah. Itu talkshow doang :| #heh

Nah, setelah talkshow (yang kita lalui dengan setengah hati, karna gugup nunggu wawancara). Datanglah upacara sakral super penting yang ditunggu-tunggu.

Penobatan kepala suku. #yeaay #ahaha

Heh. Sesi wawancara maksudnya.

Jadi disitu kita dikasih tau kalo kita bakal maju berdua (sama pasangan) dan langsung ngehadapin enam juri sekaligus :|

Chris john aja beraninya cuman satu lawan satu.
Ini dua lawan enam, bro. Aje gile :|

Kalo kalian pikir A'a gugup dan takut, sorry bro.

Kalian bener :|

Ngga kok.
Kebetulan kan, nomor urut A'a itu 44.
44 kalo dibaca orang alay jadinya AA.
AA - 44.
Bisa cocok gitu ya, ini pasti takdir :|

#okemaafnggaadahubungannya
#ulangdeh

Kebetulan kan, nomor urut A'a kemaren 44. So, otomatis A'a bakal wawancara di akhir-akhir. Jadi nyante aja.

Nah, disaat bosen nunggu antrian itu lah, kita ngga sengaja tergabung dalam sebuah obrolan yang super-ngga-ada-pentingnya-sama-sekali-banget bareng para orang kampung nan freak:
Ada akang Haidir, abang Semi sang Bodyguard, Yuan (yang hidupnya senasib sama A'a), ada Pa Lurah Yudi yang super absurd, Risky abang lamut, Abah Ridho, Dani, sama si Kuni tercinta.
Yang akhirnya jadi sebuah geng, bernama Pahumaan.

Pahumaan itu artinya kaya para orang yang kerja di sawah gitu lah.

Kenapa pahumaan?
Entah, karna orang kampung, jadi kita cocok aja :|

Pokoknya,

WE ARE PAHUMAAN!! YEAH!!

#okeskip

Selain sama geng pahumaan, di momen itu A'a juga akhirnya akrab sama beberapa Galuh-galuh berpahala.

Coba tebak?
A'a akhirnya kenalan sama cewe di dua post sebelumnya._____.)
Namanya neng Lidya.
Nama panjangnya?
Li- Dya, dya, dya cinta yang kutunggu, tunggu, tunggu♬♪
#afgan #ituDIAwoy #nggapapalah

Waktu itu, kita akrabnya ngga sengaja sih.
Kan A'a latihan Intro pake English, eh dia yang kebetulan denger, ketawa, terus ngeledekin English logat tanjung A'a.
Nasib :(

Selain Lidya, waktu itu A'a juga mulai akrab sama neng Ratih yapang wapaktupu ipitupu tepernyapatapa ngepertipi bapahapasapa ipinipi.

Kapalipiapan ngepertipi bapahapasapa ipinipi?
Nggapa?
Yopoipilapah jepelapas!
Cupumapan Nepeng Rapatipih yapanh Gapahupul popokopoknyapa!!

Oiya, selain dua galuh tadi, A'a juga akhirnya kenal sama si primadona di NaGa KalSel 2014, neng Dhea yang......... subhanallah.
*pingsan*

(Sorry ya pahumaan, jelas lah kalo penjelasan tentang cewe mesti lebih panjang .____________.)

*digebukin*

LANJUUUT~

Ngga kerasa, sekitar pukul 13.00 WITA. Tibalah giliran A'a sama galuh Santi buat wawancara.

Kita masuk ruangan juri.

Kita duduk.

Diwawancarain.

Udah. Gitu doang. :|

.........

Abis selesai wawancara, kita siap-siap dan langsung kumpul lagi buat Institutional Visit.

Hari itu kita bakalan pergi ke kantor Banjarmasin Post, TVRI, sama rumah kangker :| 

A'a yang istilahnya orang kampung, denger kata "Banjarmasin Post", sama "TVRI" sontak aja mikir.
"Alhamdulilah, setelah 17 tahun hidup, akhirnya bakal masuk koran + TV"

Dan.........

#bersambung

P.S.: Maaf ya diputus separo. Kepanjangan sih.
Btw, karna A'a ngga punya foto lain. Yaudah yang ini-ini aja, ya.

Pahumaan.

Baca selengkapnya